Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2019

Cara Setting SSH Key di Raspberry Pi untuk PEMULA

Cara mengatur/menyetting SSH key di Raspberry Pi sebenarnya sangat mudah dan relatif sama dengan cara setting di komputer lain yang menggunakan distro Linux. Dengan setting SSH secara benar, kita bisa mengakses Raspberry Pi dengan mudah. SSH key sendiri menggunakan konsep  Public-key cryptography . Konsep ini adalah konsep dimana Public Key (atau kunci umum) di simpan di devais jarak jauh (remove device) dan private key (atau kunci pribadi). Cara Setting SSH Key di Raspberry Pi Pertama, buat direktori SSH. mkdir .ssh kemudian masuk ke folder .ssh : dan buat file baru authorized_keys : touch authorized_keys kemudian atur permission (perizinan) akses ke file tersebut dengan chmod : chmod 700 ~/.ssh dan chmod 600 ~/.ssh/authorized_keys kemudian buat Key (kunci) baru dengan aplikasi ssh-keygen : cd ~/.ssh ssh-keygen Pada saat menjalankan aplikasi diatas, ada pertanyaan tentang password dan lokasi file, silakan tekan tombol ENTER saja untuk melewati. Kemudian kita copy isi file id_rsa.pub

Cara Reset Password Raspberry Pi!

Yang namanya lupa Password memang bikin sebel. Di komputer menggunakan Linux, kita bisa masuk ke Grub dan reset password root dari sana (di Recovery Mode). Nah kalau untuk boart sekecil Raspberry Pi gimana? Ternyata, pengembang Raspberry Pi sudah memfasilitasi proses-proses ala ala Recovery Mode di Linux, tapi lebih sederhana lagi. Secara umum, Raspberry Pi booting dengan juga membaca dan mengeksekusi file  cmdline.txt . Kita bisa isi perintah-perintah unik disana :D Implementasi Silakan shutdown Raspberry Pi, kemudian copot SD Cardnya. Buka di komputer/laptop. Kemudian lihat di partisi  boot , ada satu file bernama  cmdline.txt . Buka file tersebut. Ganti dari: dwc_otg.lpm_enable=0 console=serial0,115200 console=tty1 root=PARTUUID=.......f-02 rootfstype=ext4 elevator=deadline fsck.repair=yes rootwait menjadi: dwc_otg.lpm_enable=0 console=serial0,115200 console=tty1 root=PARTUUID=.......f-02 rootfstype=ext4 elevator=deadline fsck.repair=yes rootwait init=/bin/sh Simpan. Kemudian taruh

Cara Menggunakan Google Translate di Command Line (Ubuntu/Arch Linux)

Pada tutorial kali ini, kita akan membahas bagaimana cara menggunakan Google Translate di Command Line. Apa gunanya? Mungkin selain menerjemahkan kalimat bahasa asing ke bahasa Indonesia, kita juga bisa melakukan otomasi translate jika diperlukan di script bash yang kita buat. Pada tutorial kali ini akan menggunakan aplikasi bernama  Translate Shell , atau dulu disebut Google Translate CLI. Uniknya, Translate Shell ini kini tidak hanya bisa melakukan translate lewat mesin Google Translate, tapi juga Bing Translator, Yandex Translate dan Apertium. Translate Shell bisa dipasang di Windows, Linux maupun Mac OS.