Skip to main content

Pejabat Dihimbau Jangan Pakai WhatsApp Lagi, Ada Malware Pegasus, Bisa Sadap Sana-sini

 Aksi spyware Pegasus yang dibangun sebuah perusahaan asal Israel NSO Group, membuat heboh dunia maya.

Bagaimana tidak, akibat tindakan itu beberapa petinggi negara telah menjadi korban kejahatan siber Pegasus seseorangnya presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Macron pun geram dan mengharap pertanggung jawaban kepada Israel terkait spyware yang mendera dirinya dan beberapa pejabat tinggi Prancis.

Aksi spyware Pegasus yang dibangun sebuah perusahaan asal Israel NSO Group, membuat heboh dunia maya.


Bagaimana tidak, akibat tindakan itu beberapa petinggi negara telah menjadi korban kejahatan siber Pegasus seseorangnya presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Macron pun geram dan mengharap pertanggung jawaban kepada Israel terkait spyware yang mendera dirinya dan beberapa pejabat tinggi Prancis.

Spyware Pegasus juga diramalkan akan menyerang banyak negara melalui penggunaan operating system dan aplikasi yang tersedia di platform Android dan iOS.

Aplikasi WhatsApp pun jadi target utama Pegasus dan telah terlibat dalam pembocoran percakapan sejumlah pejabat negara.

Lembaga Communications and Information System Security Research Center (CISSrec), bahkan menghimbau agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar tidak menggunakan aplikasi WhatsApp.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi karena target serangan Pegasus saat ini menarget sejumlah kepala negara dan pejabat pemerintah di berbagai negara.

"Presiden Jokowi dan para pejabat penting negara harus waspada, disarankan tidak lagi memakai Whatsapp karena menjadi pintu masuk serangan Pegasus," kata pakar keamanan siber dari Lembaga CISSRec, Pratama Persadha, dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Pratama menjabarkan bahwa cara kerja Pegasus terbilang senyap dan cenderung sulit terdeteksi. Spyware jenis ini akan masuk ke sistem keamanan ponsel dan mengumpulkan seluruh data ponsel untuk dikirimkan pada server pengirim malware.

Tak ada jaminan jenis smartphone yang bisa menghalau spyware ini alias bisa menyerang jenis ponsel Android dan iOS. Bahkan Pegasus bisa menyerang masuk hingga menyalakan kamera atau mikrofon di ponsel dan merekam tanpa diketahui pemilik ponsel.

Pratama mengatakan harus melakukan uji forensik pada perangkat untuk meneliti secara khusus apakah sebuah ponsel aman dari serangan Pegasus. Setelah itu lakukan protokol keamanan pada nomor yang digunakan antar petinggi negara dan jangan sampai bocor, sebab bisa jadi pintu masuk Pegasus melalui aplikasi WhastApp.

Spyware Pegasus juga diramalkan akan menyerang banyak negara melalui penggunaan operating system dan aplikasi yang tersedia di platform Android dan iOS.

Aplikasi WhatsApp pun jadi target utama Pegasus dan telah terlibat dalam pembocoran percakapan sejumlah pejabat negara.

Lembaga Communications and Information System Security Research Center (CISSrec), bahkan menghimbau agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar tidak menggunakan aplikasi WhatsApp.

Hal ini sebagai bentuk antisipasi karena target serangan Pegasus saat ini menarget sejumlah kepala negara dan pejabat pemerintah di berbagai negara.

"Presiden Jokowi dan para pejabat penting negara harus waspada, disarankan tidak lagi memakai Whatsapp karena menjadi pintu masuk serangan Pegasus," kata pakar keamanan siber dari Lembaga CISSRec, Pratama Persadha, dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Pratama menjabarkan bahwa cara kerja Pegasus terbilang senyap dan cenderung sulit terdeteksi. Spyware jenis ini akan masuk ke sistem keamanan ponsel dan mengumpulkan seluruh data ponsel untuk dikirimkan pada server pengirim malware.

Tak ada jaminan jenis smartphone yang bisa menghalau spyware ini alias bisa menyerang jenis ponsel Android dan iOS. Bahkan Pegasus bisa menyerang masuk hingga menyalakan kamera atau mikrofon di ponsel dan merekam tanpa diketahui pemilik ponsel.

Pratama mengatakan harus melakukan uji forensik pada perangkat untuk meneliti secara khusus apakah sebuah ponsel aman dari serangan Pegasus. Setelah itu lakukan protokol keamanan pada nomor yang digunakan antar petinggi negara dan jangan sampai bocor, sebab bisa jadi pintu masuk Pegasus melalui aplikasi WhastApp.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Disable Antimalware Service Executable di Windows 10

Disadari atau tidak, Windows 10 (dan juga windows-windows lainnya) hadir dengan banyak sekali aplikasi bloatware (aplikasi yang tidak perlu-perlu amat dimiliki oleh end user). Contohnya, adalah aplikasi yang seharusnya sudah tergantikan fungsinya oleh antivirus, seperti Antimalware Service Executable . Aplikasi ini dicurigai membuat Windows 10 mengalami inefisiensi memori/RAM, memakan resource yang tinggi, dengan Load yang tinggi (tanpa limit terkadang). Nah, berikut adalah cara men-disable nya: Tekan tombol Windows + I untuk membuka apliaksi Windows Setting. Pilih icon menu Update and Security Pilih lagi menu disamping kiri Windows Security Pada jendela baru yang muncul, ada pilihan Virus & Threat protection Klik ini Lalu matikan proses Real-time protection tersebut. Dengan Regedit. Buka dialog regedit, Windows + R dan ketik ‘regedit’ Cari Folder regedit ini HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows Defender Buat sebuah DWORD baru dengan klik kanan

Setup Debian 11 Official Repository In sources.list (/etc/apt/sources.list)

When you install Debian 11 using a DVD, the OS installer sets the DVD as the source for getting packages for your system if you didn't choose to scan for network mirrors. Due to this reason, the system would ask you to insert a DVD if the disc is not present in the DVD drive when you try to install any software.  Also, the packages on DVD may not be the latest release.  So, we need to get the packages from the Internet. Media change: please insert the disc labeled 'Debian GNU/Linux 11.0.0 _Bullseye_ - Official amd64 DVD Binary-1 20210814-10:04' in the drive '/media/cdrom/' and press [Enter] The /etc/apt/sources.list file with DVD as a source would look something like below. # deb cdrom:[Debian GNU/Linux 11.0.0 _Bullseye_ - Official amd64 DVD Binary-1 20210814-10:04]/ bullseye contrib main deb cdrom:[Debian GNU/Linux 11.0.0 _Bullseye_ - Official amd64 DVD Binary-1 20210814-10:04]/ bullseye contrib main deb http://security.debian.org/debian-security bullseye-security

Cara Berlangganan ke Akun OnlyFans

Ada dua jenis akun di OnlyFans: akun pengguna dan akun pembuat konten. Jika Anda berlangganan akun OnlyFans, maka Anda adalah pengguna. Sementara beberapa akun pembuat OnlyFans tidak mengenakan biaya untuk melihat konten mereka, yang lain dapat mengenakan biaya bulanan $50. Dalam artikel ini, kami akan menunjukkan cara berlangganan akun OnlyFans di berbagai perangkat. Kami juga akan membahas proses berlangganan akun OnlyFans tanpa kartu kredit atau debit. Cara Berlangganan Akun OnlyFans Tanpa Menggunakan Kartu Kredit Pribadi Anda Sebagai salah satu platform paling populer di industri hiburan dewasa, OnlyFans memiliki 130 juta pelanggan dan 2 juta kreator. Meskipun ada sedikit kontroversi seputar aplikasi ini, ada akun pengguna baru yang dibuat setiap hari. Jika Anda ingin membuat akun pengguna, Anda harus melakukannya di situs OnlyFans. Ingatlah bahwa Anda harus berusia minimal 18 tahun untuk membuat akun OnlyFans.